Kamis, 22 April 2010

PERUBAHAN NILAI BISNIS TEKNOLOGI TERHADAP NILAI ETIKA TRADISIONAL


- Situs Jejaring Sosial ( Facebook )

Model Kerja :

Facebook akhir-akhir ini mendominasi obrolan komunitas pengguna Internet di Indonesia. Sebenarnya bukan hanya obrolan tapi juga kalau kita ke mal atau tempat umum yang memiliki koneksi wifi / hot spot, perhatikan apa yang dibuka oleh para netter tersebut… kebanyakan adalah facebook..!!!!

Facebook merupakan salah satu layanan jaringan sosial internet yang gratis dimana kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita. Dan dari jaringan yang kita bentuk, kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan/ join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan kita berdasarkan organisasi sekolah, daerah domisili kita, dan seterusnya. Bisa dibilang fasilitas untuk berteman dan membina kehidupan sosial benar-benar lengkap .

Dampak Negatif :

Tapi dibalik semua itu ternyata Facebook mempunyai dampak negatif yang tidak kita sadari secara langsung, yaitu adanya etika tradisional yang hilang.
Pada umunya Orang lebih sering berada di dunia maya sehingga menyebabkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi berkurang.yang mengakibatkan kita tidak bisa tau apa yang terjadi dilingkungan kita,sehingga sebagian orang enggan keluar dari rumah karena sudah merasa cukup mendapatkan informasi melalui internet.hal ini tentu saja berpengaruh terhadap rasa persaudaraan kita yang sedikit demi sedikit akan hilang, situs jejaring social juga sudah menghilangkan rasa takut pada diri kita untuk melakukan hal-hal yang berbau porno aksi dan porno grafi, contoh sekarang sudah semakin marak yang namanya”facebook of sex”.dan tidak sedikit orang-orang yang mengumbar aura mereka untuk mendapatkan simpatik dari pengguna facebook tersebut, sehingga pengguna juga merasa hal tersebut sudah menjadi lumrah, suda tidak ada yang merasa takut karena sudah tidak merasa di awasi lagi.



-Perubahan Proses Jual Beli

Model Kerja :

Jaman sekarang banyak system jual beli sudah dilakukan di supermarket, mall, atau disebut juga pasar modern. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.




Dampak Negatif :


Tetapi dibalik segala kenyamanan tersebut ternyata pasar modern justru melunturkan etika tradisional yang ada. Pada pasar modern tidak ada tawar menawar dalam proses jual-beli dan mengurangi rasa silaturahhim. Jaman dahulu orang melakukan proses transaksi jual beli di pasar, disini terdapat seni jual beli tawar menawar . karena kemajuan teknologi orang-orang mulai melakukan proses jual beli di mal-mal atau bahkan melakukan jual beli di internet seperti menggunakan paypal atau sejenisnya.hal ini justru menghilangkan etika tradisional tawar menawar karena di mal-mal system tawar menawar itu sudah tidak ada apalagi dengan adanya paypal kita sudah kehilangan etika silaturahhim, karena kita tidak dapat bertemu langsung dengan si penjual dan begitu juga sebaliknya.

Senin, 05 April 2010

Kemanakah Uang Pajak Mengalir..?????


Hari gini tidak bayar pajak! ”Apa kata dunia?” Slogan resmi imbauan membayar pajak ini mungkin akan dibaca secara sinis pascakasus dugaan mafia pajak terungkap. Seperti arti pajak sesungguhnya yaitu iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma - norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Dan seperti yang kita tahu bahwa fungsi pajak adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, untuk mengatur pertumbuhan ekonomi, untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan, dan pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. Lalu apakah semua fungsi dari pajak tersebut terlaksana..???? Jawabnya adalah TIDAK...!!!! Nama yang akhir-akhir ini mencuat karena namanya disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji memiliki uang sebesar Rp 25 miliar dalam rekening pribadinya. Hal tersebut sangat mencuri perhatian karena Gayus Tambunan hanyalah seorang PNS golongan IIIA yang mempunyai gaji berkisar antara 1,6-1,9 juta rupiah saja. Yang menjadi pertanyaan adalah dari manakah uang sejumlah Rp 25 miliar itu didapatnya..????? . Jawabnya adalah dari uang rakyat atau bisa disebut juga PAJAK, Hmm..sungguh malang nasib bangsa indonesia, koruptor merajalela, memakan uang rakyat, sungguh rakus dan memprihatinkan..Itulah alasan kenapa rakyat enggan membayar pajak, karena pajak hanya untuk kepentingan pribadi oknum - oknum biadab. Marilah tegakkan hukum...Kalo perlu hukum mati aja tu lintah darat yang bersenang - senang diatas penderitaan rakyat indonesiaku.